Bengkel Depo Ban Tegalsari Dituding Paksa Konsumen Beli Barang, Servis Jadi Batal

Redaksi
0


SEMARANG – Seorang konsumen bernama Guruh Mulia Widayat membatalkan rencana servis sepeda motor di Depo Ban Tegalsari, Kota Semarang, pada Minggu (25/01/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Alasan utamanya adalah merasa mendapat perlakuan tidak nyaman karena diduga ada unsur pemaksaan pembelian dari pihak bengkel.

 

Awalnya, Guruh datang dengan tujuan menservis sepeda motor Honda Vario miliknya serta memasang beberapa suku cadang yang sudah ia beli terlebih dahulu melalui platform daring. Setelah menyampaikan keluhan terkait kondisi motornya, karyawan bengkel menawarkan tambahan layanan penggantian kampas rem depan dan belakang, yang kemudian disetujui.

 

Namun, setelah itu ia kembali ditawari sejumlah layanan lain yang dinilai tidak diperlukan, seperti flush oli. Ketika Guruh menolak tawaran tersebut, karyawan bengkel disebut tetap memaksa dengan menyampaikan, “kalau mau dikerjakan wajib beli ini dulu, Pak.” tuturnya. Mendapat perlakuan demikian, Guruh langsung menyatakan keberatan dan memutuskan untuk membatalkan servis.

 

“Saya bilang, baik Mas, kalau tidak mau mengerjakan, saya cari bengkel lain. Tapi perlu diingat, dalam pelayanan dan servis sebaiknya tidak ada paksaan,” ujar Guruh.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa ini bukan pengalaman pertama yang kurang menyenangkan di tempat tersebut. Sebelumnya, ia pernah menegur seorang kasir yang dinilai melayani dengan nada marah. Guruh berharap pihak pengelola bengkel dapat melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengedepankan kenyamanan dan etika dalam melayani konsumen.

 

(Vio Sari)


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
GAMIES NEWS